8 Agustus 2026 - 20:35
Israel Hayom Ungkap Konsultasi Rahasia Tel Aviv dan Sejumlah Negara Teluk untuk Membuat Jalur Alternatif Hormuz

Surat kabar berbahasa Ibrani, Israel Hayom, mengklaim bahwa dalam beberapa pekan terakhir rezim Zionis, bersama sejumlah negara Arab Teluk dan dengan keterlibatan Amerika Serikat, telah memulai pembicaraan rahasia untuk membuat jalur alternatif pengiriman minyak dan gas ke pasar global. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Eli Cohen, Menteri Energi rezim Zionis, menyatakan bahwa pembicaraan tersebut digelar baik di dalam wilayah pendudukan maupun di luar wilayah itu. Ia juga mengatakan bahwa sejumlah pejabat dari negara-negara Teluk telah mengonfirmasi adanya konsultasi tersebut.

Menurut klaim surat kabar ini, pembicaraan tersebut berfokus pada pencarian solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk mengalirkan minyak dan gas melalui jalur selain Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb.

Israel Hayom mengklaim bahwa salah satu opsi jangka pendek adalah mengirim minyak dari Pelabuhan Yanbu di Arab Saudi menuju Pelabuhan Eilat, lalu menyalurkannya melalui pipa KATSA atau jalur pipa Eilat–Ashkelon, sebelum akhirnya diekspor melalui Laut Mediterania.

Sementara dalam jangka panjang, salah satu skenario yang sedang dikaji adalah pembangunan jalur pipa dari negara-negara Teluk menuju Pelabuhan Aqaba di Yordania, kemudian ke Eilat. Surat kabar itu juga menyebut adanya keterlibatan Amerika Serikat dalam konsultasi ini dengan tujuan mengurangi nilai strategis Selat Hormuz.

Dalam lanjutan laporan tersebut disebutkan bahwa Tel Aviv pada saat yang sama sedang mendorong proyek Koridor Ekonomi IMEC melalui kerja sama dengan Yunani dan sejumlah negara kawasan. Proyek ini tidak hanya mencakup jalur perdagangan, tetapi juga pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Arab menuju Eropa melalui wilayah pendudukan.

Para pejabat rezim Zionis mengklaim bahwa pelaksanaan proyek ini dapat memperkuat posisi geopolitik dan ekonomi rezim tersebut, sekaligus menciptakan pendapatan yang besar bagi Tel Aviv.

Laporan ini juga menyinggung persaingan dengan jalur-jalur transfer energi lain, termasuk rute yang melewati Irak, Suriah, Turki, Yordania, dan Mesir. Israel Hayom mengklaim bahwa negara-negara Arab Teluk juga berusaha meningkatkan kapasitas jalur pipa yang sudah ada untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.

Meski demikian, seluruh informasi ini masih bersandar pada laporan dan klaim yang dipublikasikan oleh Israel Hayom serta pejabat-pejabat rezim Zionis. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dan independen dari negara-negara Arab yang disebutkan mengenai rincian pembicaraan tersebut.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha